Ditinjau oleh: dr. Gwendy Aniko, Sp.B.P.R.E, Subsp.M.O.(K)
Menerapkan gaya hidup sehat adalah salah satu cara menjaga bentuk dan berat badan ideal. Namun kasus seperti penumpukan lemak bandel di tubuh membutuhkan bantuan untuk mengatasinya, yaitu dengan sedot lemak (liposuction) dan Cryolipolysis. Keduanya bukan solusi menurunkan berat badan, tapi body contouring supaya bentuk tubuh lebih ideal.
Perbedaan Sedot Lemak dan Cryolipolysis
Spesialis bedah plastik dari Amerika Serikat (AS), dr. Josef Hadeed, MD. FACS menjelaskan bahwa tujuan metode sedot lemak dan Cryolipolysis sama, tetapi proses dan hasilnya berbeda.
Sedot lemak adalah prosedur mengeluarkan lemak di area tubuh dengan metode invasif . Sebelum tindakan, pasien akan dibius terlebih dahulu, lalu dokter bedah plastik membuat sayatan kecil di area tubuh yang sudah ditandai dan memasukkan kanula, kemudian lemak dikeluarkan dari tubuh. Punggung, lengan, pinggul, perut dan paha adalah bagian paling populer dilakukan sedot lemak.
Sedangkan Cryolipolysis adalah proses non-invasif menggunakan alat vacuum yang bertujuan membekukan dan menghancurkan sel-sel lemak, karena sel lemak lebih rentan terhadap dingin. Sel lemak yang sudah dibekukan di suhu dingin ekstrim akan perlahan dikeluarkan dari tubuh dalam beberapa bulan setelah perawatan. Perawatan ini cocok bagi orang-orang yang tidak menginginkan prosedur invasif, namun ingin hasil yang maksimal.
Kenapa Sedot Lemak Paling Diminati?
Meski Cryolipolysis tidak memerlukan sayatan, tetapi kenapa sedot lemak tetap menjadi body contouring yang diminati? Jawabannya karena hasil yang efektif dan langsung. Menurut Laporan Statistik Prosedural ASPS 2024 metode sedot lemak menjadi prosedur bedah plastik populer dengan hasil yang instan dan memuaskan dalam 1x tindakan.
Berbeda dengan sedot lemak, Cryolipolysis biasanya membutuhkan pengerjaan 1 hingga 3 sesi untuk hasil maksimal di area yang sama, dengan jarak antar sesi sekitar 6-8 minggu. Jumlah sesi bergantung pada banyak lemak yang ingin dihilangkan, lokasi, dan respons tubuh. Beberapa pasien mungkin juga membutuhkan hingga 4 sesi untuk area tubuh yang besar seperti perut atau paha.
dr. Kristy Hamilton, ahli bedah plastik dan rekonstruksi dari AS berkata, "Sedot lemak selalu memberikan hasil lebih dramatis dalam menghilangkan lemak. Anda akan mendapatkan bentuk dan kontur tubuh yang indah serta menghilangkan volume secara signifikan."
Hal ini juga dijelaskan oleh dr. Josef Hadeed bahwa sedot lemak bisa menghilangkan lebih banyak lemak dari Cryolipolysis, dan tubuh dapat dibentuk untuk mendapatkan hasil yang diinginkan pasien. Hal ini karena sedot lemak melakukan pengambilan lemak secara langsung, berbeda dengan Cryolipilysis yang mengandalkan proses ekskresi alami pada tubuh, sehingga hasil sedot lemak jauh lebih maksimal dibandingkan Cryolipolysis yang harus dilakukan berulang kali.
Sedot Lemak LAMS dan Cryolipolysis di Akasia 365mc
Prosedur mana yang lebih cocok untuk Anda? Menurut dr. Kristy Hamilton pasien perlu mempertimbangkan tujuan mereka dahulu dan terpenting adalah berkonsultasi dengan ahli bedah plastik yang berpengalaman untuk memberikan diagnosa dan saran kepada pasien dalam menentukan prosedur.
Metode sedot lemak LAMS (Local Anesthetic Minimal-invasive LipoSuction) dan Cryolipolysis bisa Anda dapatkan di akasia 365mc. LAMS adalah metode sedot lemak minim invasif dengan bius lokal (liposuction) No. 1 dari Korea Selatan. LAMS di akasia 365mc hanya dilakukan oleh dokter spesialis berpengalaman yang bersertifikasi dari Korea. LAMS memberikan hasil instan dalam 1x tindakan dengan downtime yang minimal sehingga penyembuhan lebih cepat. Kunjungi akasia 365mc Body Aesthetic Clinic di Jakarta atau Surabaya atau hubungi call center kami untuk informasi detail seputar treatment LAMS dan Cryolipolysis.
Referensi:
American Society of Plastic Surgery - Cryolipolysis vs liposuction: Understanding the difference