Jadi, Apakah Tes Nutrigenomik Sama dengan Tes Alergi?
Jawabannya: tidak.
Meskipun sama-sama berkaitan dengan makanan dan respons tubuh terhadap makanan, tes nutrigenomik dan tes alergi memiliki tujuan yang sangat berbeda.
11.08.26
|5 MENIT BACA

Banyak yang mengira bahwa hasil dari tes nutrigenomik sama saja dengan tes alergi, kenapa harus dibedakan?
Jawabannya: tidak.
Meskipun sama-sama berkaitan dengan makanan dan respons tubuh terhadap makanan, tes nutrigenomik dan tes alergi memiliki tujuan yang sangat berbeda.
Tes alergi bertujuan untuk mengetahui apakah sistem imun tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap makanan atau zat tertentu. Jika hasilnya positif, maka makanan tersebut memang perlu dihindari untuk mencegah terjadinya reaksi alergi.
Sementara itu, tes nutrigenomik menganalisis bagaimana faktor genetik memengaruhi cara tubuh merespons nutrisi. Tes ini memberikan informasi mengenai kecenderungan genetik seseorang dalam metabolisme, pemanfaatan nutrisi, pengaturan nafsu makan, hingga preferensi pola makan. Tes nutrigenomik bukanlah tes untuk mendiagnosis alergi maupun intoleransi makanan.
Bisa iya, bisa tidak.
Hasil tes nutrigenomik tidak serta-merta berarti ada makanan yang harus dihilangkan dari pola makan Anda.
Sebaliknya, hasil tes membantu mengidentifikasi jenis makanan atau nutrisi yang mungkin lebih bermanfaat ataupun kurang optimal sesuai dengan profil genetik Anda; termasuk resiko penyakit sesuai genetik. Pada sebagian orang, hasilnya dapat mengarah pada anjuran untuk membatasi nutrisi tertentu atau menyesuaikan porsinya. Sementara pada orang lain, mungkin tidak ada makanan yang perlu dihindari secara khusus.
Karena itu, hasil tes sebaiknya selalu diinterpretasikan bersama riwayat kesehatan, gaya hidup, tujuan kesehatan, serta rekomendasi dari dokter gizi, tentunya dokter gizi akasia 365mc akan membantu menjelaskan secara detail dan membantu perencanaan program yang tepat untuk tujuan Anda.
Ya.
Salah satu manfaat tes nutrigenomik adalah membantu menyusun program nutrisi yang lebih personal. Tes nutrigenomik lebih dianjurkan bagi pasien yang sudah mencoba menjalankan berbagai macam pola diet namun tidak mendapatkan hasil yang sesuai.
Sehingga, dibandingkan dengan hanya mengikuti pola diet yang bersifat umum, rekomendasi makanan dapat disesuaikan dengan profil genetik, gaya hidup, dan karakteristik metabolisme masing-masing individu.
Meskipun bukan jalan pintas untuk menurunkan berat badan, tes nutrigenomik dapat membantu tenaga medis merancang strategi nutrisi yang lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Jika dipadukan dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang teratur, dan konsistensi, pendekatan yang lebih personal ini berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap program diet serta memberikan hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang.
Tes nutrigenomik bukanlah tes alergi. Tes ini tidak hanya menentukan makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi, tetapi memberikan informasi berharga mengenai bagaimana tubuh Anda secara genetik merespons nutrisi. Dengan interpretasi yang tepat oleh tenaga kesehatan, hasil tes nutrigenomik dapat menjadi dasar dalam menyusun program nutrisi yang lebih personal, sehingga perjalanan menuju berat badan ideal dan kesehatan yang lebih baik menjadi lebih terarah dan berbasis bukti.