Pelajari perbedaan Wegovy, Mounjaro, dan Retatrutide, cara kerja, efektivitas, efek samping, serta siapa yang cocok menggunakan terapi GLP-1.
Namun, masih banyak yang mengira Wegovy dan Mounjaro adalah dua obat yang sama. Padahal, keduanya memiliki kandungan aktif, cara kerja, dan efektivitas yang berbeda. Selain itu, kini juga hadir Retatrutide, terapi generasi terbaru yang sedang menarik perhatian.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan ketiganya? Dan mana yang lebih efektif untuk membantu menurunkan berat badan
Mengenal Semaglutide, Tirzepatide, dan Retatrutide
Sebenarnya, Wegovy dan Mounjaro yang marak saat ini adalah nama merek, bukan nama kandungan obatnya.
Wegovy mengandung Semaglutide, yaitu obat yang bekerja pada reseptor GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1). Hormon ini berperan membantu mengatur nafsu makan, memperlambat pengosongan lambung, serta meningkatkan rasa kenyang sehingga asupan makanan dapat berkurang.
Sementara itu, Mounjaro mengandung Tirzepatide, yang bekerja pada dua reseptor sekaligus, yaitu GLP-1 dan GIP (Glucose-Dependent Insulinotropic Polypeptide). Kombinasi ini tidak hanya membantu mengurangi nafsu makan, tetapi juga meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Di sisi lain, terdapat Retatrutide, terapi generasi terbaru yang bekerja pada tiga jalur sekaligus, yaitu GLP-1, GIP, dan reseptor glukagon. Namun, di sisi lain, Retatrutide hingga saat ini belum mendapatkan izin edar untuk penggunaan klinis sehingga untuk profil keamanan jangka panjangnya belum dapat diketahui.
Bagaimana Cara Kerjanya dan Mana yang Lebih Efektif?
Meskipun ketiganya sama-sama digunakan untuk membantu menurunkan berat badan, mekanisme kerjanya tidak sepenuhnya sama.
Semaglutide bekerja dengan meningkatkan rasa kenyang, memperlambat pengosongan lambung, dan membantu mengurangi nafsu makan. Banyak pasien juga melaporkan berkurangnya food noise, yaitu dorongan untuk terus memikirkan atau mencari makanan. Berdasarkan hasil uji klinis, Semaglutide dapat membantu menurunkan berat badan rata-rata sekitar 15% dari berat badan awal apabila digunakan sesuai indikasi dan disertai perubahan gaya hidup.
Sementara itu, Tirzepatide tidak hanya menekan nafsu makan, tetapi juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga metabolisme glukosa menjadi lebih baik. Kombinasi dua reseptor ini diduga menjadi salah satu alasan mengapa penurunan berat badan yang dihasilkan cenderung lebih besar dibandingkan Semaglutide. Tirzepatide menunjukkan hasil yang lebih tinggi, dengan rata-rata penurunan berat badan mencapai sekitar 21% pada beberapa penelitian.
Adapun Retatrutide memiliki mekanisme yang lebih luas. Selain mengurangi nafsu makan, terapi ini juga membantu meningkatkan penggunaan lemak sebagai sumber energi, meningkatkan energy expenditure (pengeluaran energi), serta membantu mengurangi lemak visceral berdasarkan hasil penelitian yang tersedia saat ini. Adapun Retatrutide mencatat hasil yang paling menjanjikan, dengan rata-rata penurunan berat badan hingga sekitar 24%. Namun, perlu diingat bahwa Retatrutide masih berada dalam tahap uji klinis fase 3 sehingga belum tersedia secara luas untuk penggunaan klinis. Publik juga diharapkan tetap waspada terhadap peredaran produk yang mengklaim sebagai Retatrutide, khususnya yang dipasarkan secara bebas melalui marketplace, jejaring sosial, maupun kanal distribusi yang tidak terjamin legalitasnya.
Apakah GLP-1 Cocok untuk Semua Orang?
Jawabannya adalah TIDAK.
Banyak orang tertarik menggunakan GLP-1 therapy hanya karena ingin menurunkan beberapa kilogram berat badan. Padahal, terapi ini bukan ditujukan untuk semua orang yang sedang diet.
Secara umum, terapi seperti Semaglutide atau Tirzepatide lebih sering dipertimbangkan pada pasien dengan obesitas (BMI ≥30), overweight (BMI ≥27) yang disertai penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi, maupun pasien dengan diabetes tipe 2 yang memang memerlukan terapi tambahan.
Sebaliknya, apabila target Anda hanya menurunkan berat badan sekitar 3–5 kg, belum tentu penggunaan obat merupakan pilihan yang diperlukan. Dalam banyak kasus, perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan pendampingan dokter gizi sudah dapat memberikan hasil yang baik.
Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus, seperti riwayat Multiple Endocrine Neoplasia Type 2 (MEN2), Medullary Thyroid Carcinoma, pankreatitis, gastroparesis berat, retinopati (gangguan saraf mata) serta kehamilan dan menyusui. Pada kondisi tersebut, penggunaan terapi ini tidak dianjurkan oleh dokter.
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Seperti obat lainnya, terapi GLP-1 juga dapat menimbulkan efek samping, terutama pada awal penggunaan atau saat dosis ditingkatkan.
Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, konstipasi, perut kembung, nyeri perut, penurunan nafsu makan, hingga berkurangnya massa otot apabila penurunan berat badan tidak diimbangi dengan asupan protein dan latihan kekuatan yang memadai. Risiko efek samping ini umumnya meningkat seiring kenaikan dosis, sehingga penyesuaian dosis perlu dilakukan secara bertahap sesuai evaluasi dokter.
Konsultasi Dulu, Baru Tentukan Terapi yang Tepat
Popularitas Wegovy dan Mounjaro membuat banyak orang menganggap bahwa semua program penurunan berat badan harus menggunakan obat. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
Setiap orang memiliki kondisi kesehatan, target berat badan, riwayat penyakit, dan gaya hidup yang berbeda. Pada sebagian orang, perubahan pola makan yang tepat sudah cukup untuk mencapai target berat badan tanpa memerlukan terapi GLP-1. Sementara pada kondisi lain, dokter mungkin akan mempertimbangkan penggunaan Semaglutide atau Tirzepatide apabila memang terdapat indikasi medis yang sesuai.
Di akasia 365mc, Anda dapat memulai program dengan konsultasi dokter spesialis gizi mulai dari Rp600.000. Pada konsultasi pertama, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan, target penurunan berat badan, serta kebiasaan makan Anda secara menyeluruh. Anda juga akan mendapatkan meal plan yang dipersonalisasi, sehingga program penurunan berat badan dapat dimulai dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Apabila setelah evaluasi dokter menilai bahwa terapi GLP-1 memang diperlukan, dokter akan menjelaskan pilihan terapi yang paling sesuai, manfaat, risiko, serta ekspektasi hasil yang realistis. Dengan demikian, Anda tidak hanya mengikuti tren, tetapi menjalani program penurunan berat badan yang aman, terarah, dan berdasarkan pertimbangan medis.