Bekas luka tidak kunjung memudar? Kenali penyebabnya, jenis-jenis bekas luka, serta pilihan treatment seperti Dermapen yang dapat membantu memperbaiki tekstur kulit.
Scar atau bekas luka merupakan jaringan baru yang terbentuk ketika kulit memperbaiki kerusakan akibat luka, operasi, jerawat, luka bakar, maupun cedera lainnya.
Saat kulit mengalami luka, tubuh akan memproduksi kolagen untuk menutup area yang rusak. Namun, kolagen yang terbentuk pada proses penyembuhan memiliki susunan yang berbeda dengan kulit normal. Inilah yang menyebabkan tekstur, warna, maupun bentuk bekas luka terlihat berbeda dibanding kulit di sekitarnya.
Sebelum menentukan cara penanganannya, penting untuk mengenali terlebih dahulu jenis-jenis bekas luka atau scar yang Anda miliki.
Jenis-Jenis Bekas Luka
Memahami jenis bekas luka sangat penting karena setiap jenis memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda.
1. Atrophic Scar (Bekas Luka Cekung)
Atrophic scar merupakan bekas luka yang tampak lebih rendah dibanding permukaan kulit di sekitarnya. Jenis ini terjadi karena produksi kolagen selama proses penyembuhan tidak mencukupi. Bekas jerawat yang berbentuk cekung merupakan contoh bekas luka cekungr yang paling sering dijumpai.
2. Hypertrophic Scar (Bekas Luka Menonjol)
Berbeda dengan atrophic scar, hypertrophic scar terjadi akibat produksi kolagen yang berlebihan sehingga bekas luka tampak menebal dan menonjol. Meski demikian, bekas luka ini biasanya tetap berada di area luka semula.
3. Keloid
Keloid juga disebabkan oleh produksi kolagen yang berlebihan, tetapi pertumbuhannya melampaui batas luka awal. Bekas luka dapat terus membesar meskipun luka sebenarnya sudah sembuh.
Karena mekanismenya berbeda, keloid umumnya memerlukan penanganan yang berbeda dibanding jenis bekas luka lainnya.
Dermapen: Membantu Memperbaiki Tekstur Bekas Luka dari Dalam
Dermapen merupakan teknologi microneedling yang menggunakan jarum-jarum mikro steril untuk menciptakan luka mikro yang terkontrol pada permukaan kulit.
Meskipun terdengar sederhana, proses ini justru memicu mekanisme penyembuhan alami tubuh. Saat kulit mulai memperbaiki mikrokanal tersebut, produksi kolagen dan elastin meningkat sehingga terjadi proses remodeling kolagen, yaitu penyusunan kembali jaringan kolagen agar lebih teratur.
Karena atrophic scar terbentuk akibat kurangnya kolagen saat proses penyembuhan luka, stimulasi kolagen baru melalui Dermapen dapat membantu memperbaiki tekstur kulit secara bertahap sehingga bekas luka tampak lebih rata dan halus.
Selain membantu memperbaiki bekas luka cekung, Dermapen juga sering digunakan untuk membantu mengatasi:
Bekas jerawat (acne scars).
Tekstur kulit yang tidak merata.
Pori-pori yang tampak besar.
Garis halus.
Kulit kusam.
Karena memanfaatkan proses regenerasi alami tubuh, hasil Dermapen tidak terjadi secara instan. Perubahan biasanya berkembang secara bertahap dalam beberapa minggu hingga bulan, dan jumlah sesi yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Perlu diingat bahwa tidak semua jenis bekas luka dapat ditangani dengan treatment yang sama. Karena itu, diagnosis yang tepat menjadi langkah pertama sebelum menentukan metode perawatan. Dan tentunya, semakin cepat penanganannya akan lebih baik.
Segera jadwalkan konsultasi bersama expert akasia 365mc agar dokter dapat mengevaluasi jenis bekas luka yang Anda miliki dan memberikan rekomendasi yang sesuai.