Ditinjau oleh: dr. Fenita Antonius
Obesitas adalah kondisi dimana tubuh menyimpan lemak berlebih ‒ lebih dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh normal ‒ yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami obesitas, dr. Ariek Desnantika, Sp.B.P.R.E dari akasia 365mc Surabaya mengatakan bahwa hal tersebut bisa dilihat dari Indeks Massa Tubuh (IMT/BMI), yang mana jika nilai BMI seseorang melebihi ≥25 maka orang tersebut dikategorikan mengalami obesitas.
Penyebab Obesitas dan Cara Mencegahnya
Obesitas bukan hanya disebabkan makan terlalu banyak, tetapi juga dipengaruhi berbagai hal seperti:
Kebiasaan makan yang buruk
Kurangnya aktivitas fisik
Faktor genetik dan hormonal, serta gangguan metabolisme
Faktor psikologis & emosional: stres, kurang tidur, emotional eating.
Faktor lingkungan & sosial ekonomi: perubahan pola hidup, ketersediaan makanan cepat saji, keterbatasan penyediaan ruang publik untuk olahraga.
Cara mencegah obesitas bisa dengan menghindari penyebab-penyebab di atas tersebut, ataupun dengan:
Kurangi konsumsi gula sederhana dan lemak jenuh, lebih banyak karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, sayur dan buah.
Perhatikan porsi makan dan frekuensi makan ‒ jangan terlalu banyak sekaligus.
Hindari makanan cepat saji / olahan berlebihan.
Meningkatkan frekuensi aktivitas fisik dengan rutin berolahraga.
Istirahat cukup dan memiliki pola pengelolaan stres yang baik.
Berkonsultasi dengan dokter untuk pengecekan kondisi tubuh secara detail.
Namun apabila seseorang sudah mengalami obesitas ada baiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinis untuk mendapatkan rencana diet yang tepat. Khusus untuk pasien obesitas, akasia 365mc punya kriteria tertentu yang harus dipahami.
Kriteria LAMS untuk Penderita Obesitas
Berapa kriteria berat badan yang aman untuk tindakan LAMS? dr. Ariek menyebutkan bahwa sebenarnya tidak ada batas berat badan tertentu. Pasien dengan kondisi obesitas tanpa kondisi medis tertentu tetap bisa melakukan LAMS. Namun bila memiliki kondisi medis seperti masalah pembuluh darah atau jantung, maka tindakan LAMS tidak dapat dilakukan.
Perlu Anda ketahui bahwa LAMS sebenarnya bukan untuk menurunkan berat badan, tetapi solusi mengurangi lemak yang menumpuk dan mengganggu pada tubuh. Misalnya, rasa gesekan antara paha dan penumpukan lemak sehingga menyebabkan iritasi menghitam atau lecet, lembab hingga memicu infeksi jamur, maka dapat dilakukan LAMS untuk mengurangi tumpukan lemak di area tersebut.
Bila tujuannya ingin menurunkan berat badan, dr. Ariek menyarankan agar melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengatur aktivitas fisik yang seimbang, olahraga teratur, dan menghindari kebiasaan makan berlebihan. Kunjungi lokasi akasia 365mc Body Aesthetic Center di Jakarta dan Surabaya sebagai Korea's No. 1 Body Aesthetics Center di Indonesia!
Referensi:
IG @mayapadahospital - Apakah Penderita Obesitas Boleh LAMS?